Langsung ke konten utama

Karya Toha Nurhasan Bakry: "Kenakalan Seorang Bagong"






Pelatihan menulis
              KKN Bedoyo
Bagong adalah anak yang dilahirkan dari seorang janda tua di tengah hutan. Anak tersebut dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Mereka berdua hidup dengan memanfaatkan barang  barang yang tersedia di hutan. Setelah mereka hidup bersama datanglah  seorang saudagar dari kota untuk mencari pegawai. Bagong pun ditawari oleh saudagar tersebut untuk bekerja bersamanya di kota. Bagong pun menerimanya untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya.
            Bagong pun meninggalkan ibunya ditengah hutan sendirian . Sekian lama bekerja dengan saudagar  tersebut. Bagong merasakan kebosan yang mendalam karena tak pernah mendapat kenaikan gaji walaupun sering bekerja sampai larut malam. Ke esokan harinya bagong berangkat bekerja pagi pagi sekali. Setelah sampai tempat kerja ,seluruh pekerja dikumpulkan karena barang barang di pabrik telah tiada.
            Semua pegaiwai pun menuduh bagong yang mencurinya karena bagong paling ahir pulangnya.Bagong  pun dipecat oleh saudagar tersebut. Bagong sakit hati karena perlakuan saudagar kaya yang telah memperkejakanya. Dengan rasa dendan yang telah tertanam dihatinya. Bagong berniat untuk membunuh saudagar itu berserta keluaganya.
            Saudagar dan keluarganya pun terbunuh dengan keji di tangan bagong.Bagong pun menguwasai seluruh hartanya. Dengan harta ditangan ia pun memecat semua orang yang telah menuduhnya. Di l tempat lain ibu merindukan bagong. Ibunya menyusul dimana anak bekerja. Mereka berdua pun bertemu . Ibu merasa sangat bahagia karena telah bertemu  akan tetapi bagong tidak mengakui ibunya dan bagong mengusir ibunya dengan kejinya. Ibu sakit hati atas perlakuan anakya dankambuhlah sakit yang diderita ibu . dan matilah sang ibu di hadapanya.
            Bagong sangat meyesal akibat kejadian tersebut. Akibat kejadian tersebut bagong merasakan kesetresan yang mendalam. Bagong pun menjadi seperti orang gila . Ia pun di buang kejalanan akibat kelakuanya tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cohesion and Coherence in Discourse Analysis: A Journalistic Research

People communicate each other in their live. They share feeling, and thought from one and others. Crystal (2005: 3) states that communication is much boarder concept, involving transmission and reception of any kind information between any kinds of life. The definition concludes that every process of sending and accepting information is communication. In communication, people also need channels of information. The channels are the five human senses that are sound, sight, touch, smell, and sight. From the five senses, the use of sound – the auditory-vocal mode – is the fundamental human communication channel. In practice, the example of the mode is speech.   The use of sight – the visual mode – is also familiar in daily communication. The visual mode which uses facial expression or gesture describes as nonverbal language. People usually use words and sentence in communication and it is called verbal language. Language is a system of arbitrary vocal symbols used for human communica...

Pragmatic Description of Javanese Verbal Abuse (Pisuhan Bahasa Jawa)

Locution of Javanese Verbal Abuse Locution of Javanese verbal abuse means the actual meaning of the verbal abuse. Austin in Cummings (2007:9) says that locution act is the meaning of utterance in its traditional meaning. On the other words, the words used in locution act have same meaning with the words lexical meaning. Javanese verbal abuse is known as a language which has many varieties from dialect until social language variety. Javanese language spread into large place almost the entire java island. The conditions leads Javanese language has several specifies among the variety. It is also influenced the development of verbal abuse in Javanese. Every Javanese language varieties have their own verbal abuse. One of the most special regions developed as the center of Javanese language is Yogyakarta. Feudalism and hierarchy culture are still to be social characteristics of Yogyakarta society. The feudalism and hierarchy influenced the development of verbal abuse. The verbal abuse mostly...

MTA dan Perebutan Pengaruh Ormas Islam

Perkembangan Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) cukup pesat. Hampir di setiap wilayah telah berdiri cabang MTA. Tak ayal kehadiran MTA juga menimbulkan gesekan dengan Organisasi Islam yang terlebih dahulu ada. Sarno dengan penuh hikmat mendengarkan ceramah sang ustad.z Begitupun dengan ratusan jamaah lainnya, mereka cukup khusuk mencermati nasihat-nasihat dalam pengajian itu. Meski Kudus – tempat diselenggarakannya pengajian – cukup jauh dari tempat Sarno berasal, seolah tak membuatnya letih atau kehilangan konsentrasi. Jarak Wonogiri – Kudus nan jauh terbayar sudah dengan ilmu yang ia peroleh.