Langsung ke konten utama

Konsep Berita


Usamah in Aljazirah TV


Berita lebih mudah diketahui daripada didefinisikan. Meski demikian, definisi tentang berita perlu diberikan di sini. Secara filosofis definisi berita berbeda pada tiap negara dengan sistem persnya yang berbeda pula. Secara umum sistem pers terdiri dari 2 jenis yaitu pers bebas dan pers otoriter. Keduanya mendefinisikan berita dengan sudut pandang yang berbeda pula.
Pers bebas seringkali diidentikan dengan pers barat meski hal itu bisa diperdebatkan. Pers bebas melihat berita sama halnya dengan komoditi yang dapat diperjualbelikan. Oleh karena itu, berita haruslah menarik. Seorang tokoh pers dari Inggris, Lord Northcliffe mengatakan bahwa “berita adalah segala sesuatu yang tidak biasa.” Lebih jauh seorang wartawan bernama Walkley menambahkan pengertian sebelumnya dengan “digabungkan dengan unsur kejutan.”
Dengan demikian Northcliffe mengatakan ungkapan yang cukup terkenal, “If a dog bites man, that’s not news; if a man bites a dog, that’s news.” (Kalau anjing menggigit orang, itu bukan berita; kalau orang menggigit anjing, itu baru berita.)
Pers otoriter yang sering juga disebut sebagai pers timur meski itu cukup bisa diperdebatkan, memandang jika berita harus menjadi alat kekuasaan. Direktur kantor berita Uni Soviet, TASS, N.G. Palgunov, pada tahun 1956 menyatakan, “Berita harus tidak boleh hanya melaporkan fakta atau peristiwa ini dan itu saja, ia harus mengejar suatu tujuan yang pasti … berita harus bersifat didaktik dan mendidik.” Lenin, penguasa Uni Soviet, bahkan lebih keras lagi mengatakan bahwa pers di negeri sosialis adalah “a collective organizer”, “a collective agitator”, dan “a collective propagandist.”
Seiring dengan dinamika zaman, batas antara sistem pers bebas dan pers otoriter sudah tak begitu terlihat. Saat ini hampir tidak ada negara yang murni liberal maupun murni komunis. Kondisi tersebut juga mempengaruhi definisi berita. Pengertian berita saat ini jauh lebih umum dan cair. The New Grolier Webster International Dictionary menyebutkan bahwa berita adalah “(1) Informasi hangat tentang sesuatu yang telah terjadi atau tentang sesuatu yang belum diketahui sebelumnya; (2) Berita adalah sesuatu yang disajikan oleh media semisal suratkabar, radio, atau televisi; (3) Berita adalah sesuatu atau seseorang yang dipandang oleh media merupakan subyek yang layak untuk diperdebatkan.
Definisi lainnya dikemukakan oleh Edward Jay dalam bukunya Excelence in Reporting menyatakan “berita adalah apa yang harus anda ketahui yang tidak anda ketahui. Berita adalah apa yang terjadi belakangan ini yang penting bagi anda dalam kehidupan sehari-hari. Berita adalah apa yang menarik bagi anda, apa yang cukup menggairahkan anda untuk mengatakan kepada seorang teman. Berita adalah apa yang dilakukan oleh pengguncang dan penggerak tingkat lokal, nasional, dan internasional untuk mempengaruhi kehidupan anda. Berita adalah kejadian yang tidak disangka-sangka yang untungnya atau sayangnya telah terjadi.
Mitchell V. Charnley lain lagi dalam mendefinisikan berita. Menurutnya, berita adalah laporan aktual tentang fakta dan opini  yang menarik atau penting atau keduanya bagi sejumlah besar orang. Lebih jauh Tom Clarke mangatakan bahwa kata “NEWS” itu adalah singkatan dari North, East, West, dan South. Singkatan tersebut bermakna bahwa berita adalah untuk memuaskan nafsu ingin tahu pada manusia dengan kabar-kabar dari segala penjuru.
Pengertian berita memang cukup beragam. Namun, dari semua definisi itu jika  disederhanakan kita akan memperoleh pengertian bahwa berita adalah informasi aktual tentang fakta-fakta dan opini yang menarik perhatian orang. Pengertian ini sebagaimana disebutkan oleh Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaning

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cohesion and Coherence in Discourse Analysis: A Journalistic Research

People communicate each other in their live. They share feeling, and thought from one and others. Crystal (2005: 3) states that communication is much boarder concept, involving transmission and reception of any kind information between any kinds of life. The definition concludes that every process of sending and accepting information is communication. In communication, people also need channels of information. The channels are the five human senses that are sound, sight, touch, smell, and sight. From the five senses, the use of sound – the auditory-vocal mode – is the fundamental human communication channel. In practice, the example of the mode is speech.   The use of sight – the visual mode – is also familiar in daily communication. The visual mode which uses facial expression or gesture describes as nonverbal language. People usually use words and sentence in communication and it is called verbal language. Language is a system of arbitrary vocal symbols used for human communica...

Pragmatic Description of Javanese Verbal Abuse (Pisuhan Bahasa Jawa)

Locution of Javanese Verbal Abuse Locution of Javanese verbal abuse means the actual meaning of the verbal abuse. Austin in Cummings (2007:9) says that locution act is the meaning of utterance in its traditional meaning. On the other words, the words used in locution act have same meaning with the words lexical meaning. Javanese verbal abuse is known as a language which has many varieties from dialect until social language variety. Javanese language spread into large place almost the entire java island. The conditions leads Javanese language has several specifies among the variety. It is also influenced the development of verbal abuse in Javanese. Every Javanese language varieties have their own verbal abuse. One of the most special regions developed as the center of Javanese language is Yogyakarta. Feudalism and hierarchy culture are still to be social characteristics of Yogyakarta society. The feudalism and hierarchy influenced the development of verbal abuse. The verbal abuse mostly...

MTA dan Perebutan Pengaruh Ormas Islam

Perkembangan Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) cukup pesat. Hampir di setiap wilayah telah berdiri cabang MTA. Tak ayal kehadiran MTA juga menimbulkan gesekan dengan Organisasi Islam yang terlebih dahulu ada. Sarno dengan penuh hikmat mendengarkan ceramah sang ustad.z Begitupun dengan ratusan jamaah lainnya, mereka cukup khusuk mencermati nasihat-nasihat dalam pengajian itu. Meski Kudus – tempat diselenggarakannya pengajian – cukup jauh dari tempat Sarno berasal, seolah tak membuatnya letih atau kehilangan konsentrasi. Jarak Wonogiri – Kudus nan jauh terbayar sudah dengan ilmu yang ia peroleh.